Pendidikan Jurnalistik KAPPAS-FLA-WI: Yang Muda, Yang Damai

Dikirim Kisah pada Juni 1, 2009 oleh alamsyahdjafar

Berbekal semangat perdamaian, mereka mengembangkan komunitas di sekolah-sekolah di Kota Surabaya

Surabaya-wahidinstitute.org. Suara perempuan itu lantang dan bersemangat membaca isi sehelai kertas yang dipegangnya. Sesekali matanya menyapu seantero ruangan yang dipadati ratusan pelajar dan mahasiswa. Sebagian mereka asyik mendengarkan, sebagian lagi ada pula yang tampak asyik berbincang dengan kawan sebangkunya. “Tidak ada satu dalil dalam al-Quran dan Hadis, menggunakan celana itu adalah tabarruj,” kata mahasiswa semester awal Universitas Sunan Giri (Unsuri) Surabaya ini.

Baca selebihnya »

Hampir Setahun, 54 KK Pulau Tidung Tuntut Pemasangan Listrik

Dikirim Berita dengan kaitan (tags) , , , pada Mei 24, 2009 oleh alamsyahdjafar

Oleh Iman Cahyadi & Alamsyah M. Dja’far

Pulau Tidung—puloseribu.com. Mardais (55 tahun) tak bisa menutup rasa kecewanya. Sudah hampir setahun pengajuan pemasangan listrik di rumahnya tak kunjung terwujud. “Saya selalu diminta sabar dan sabar. Kalau PLN kantornya di Karangserang udah kuparanin (sudah saya datangi –red),” kata lelaki ini kepada Iman Cahyadi Selasa Siang (19/05) dengan nada kesal.

Baca selebihnya »

Ali Al-Habsyi “Muhammad Yunus” dari Martapura

Dikirim Kisah dengan kaitan (tags) , , , , pada April 15, 2009 oleh alamsyahdjafar

Oleh Alamsyah M. Dja’far

Melalui pendekatan agama yang terbuka, ia mengembangkan BMT. Bermodal 54 Juta, kini omsetnya bernilai5 milyar.

Di kalangan aktivis LSM Kalimantan Selatan, lelaki kelahiran Barabay, 15 September 1966 ini biasa dipanggil Habib Ali. Dari namanya mudah diketahui ia berdarah Arab dari garis Al-Habsyi, nama sebuah klan. Saya beruntung dalam sebuah kesempatan awal tahun lalu, tepatnya 26 Februari 2008, bisa menemui lelaki ramah dan terbuka ini.

Baca selebihnya »

Manih dari Jemblongan

Dikirim Kisah dengan kaitan (tags) , , , , , , pada April 15, 2009 oleh alamsyahdjafar

Naskah Alamsyah

Dunianya gelap dan tak terlalu beruntung.

manihSudah beberapa pagi Ibu-anak itu saya jumpai tengah menyusuri jalan tak mulus di Jalan Curug Rawakalong, Gunung Sindur Bogor. Jalan ini jalan yang membelah Parung Bogor hingga Bumi Serpong Damai Tangerang. Biasa saya lalui saat pergi bekerja.

Tak bersandal, si Ibu memegang pundak anaknya dari belakang bergegas beriringan menuju utara. Wajahnya tirus, seperti juga sang anak yang tampak punya sedikit keterbalakangan mental. Tatapan keduanya kosong.

Setiap kali berpapasan, saya merasa iba dan bertanya-tanya apa sesungguhnya yang dilakukan ibu-anak ini berjalan jauh setiap pagi? Insting jurnalis saya mengatakan, kisah mereka akan menarik untuk ditulis.

Baca selebihnya »

Sang Pemulung dari Pesisir

Dikirim Kisah dengan kaitan (tags) , , , pada April 15, 2009 oleh alamsyahdjafar

amin_1Naskah dan Foto: Alamsyah

Ia hidup dari memulung dengan berbagai keterbatasan. Enam anaknya tak bisa melanjutkan sekolah. Tapi ia tak pernah putus asa dan tetap optimis menatap hidup.

DUA jam lagi matahari akan tegak di atas kepala ketika lelaki gaek itu tengah asyik memilah plastik-plastik sampah warna-warni. Tangannya yang legam lantaran sering ditimpa terik mentari tampak cekatan memasukan plastik-plastik itu ke dalam karung yang sudah disiapkan. Setelah semua dimasukan, isinya hanya setengah karung. Beruntung satu karung lagi yang penuh berisi botol dan sandal-sandal bekas sudah berhasil ia kumpulkan pagi tadi. Karung itu diletakkan di atas sebuah pagar besi. Tak jauh dari situ bersandar sepeda kumbang. “Itu teman setia saya ke mana-mana,” katanya.

Baca selebihnya »

Coming Home (Bagian Pertama)

Dikirim Kisah dengan kaitan (tags) , , , , pada Nopember 23, 2008 oleh alamsyahdjafar

pulau-tidung“Kep, pere…pere…kep!,” teriak seorang anak buah kapal dari arah samping kiri. Yang diajak bicara seorang lelaki pemegang kemudi di bagian depan kapal. Tak lama raungan mesin yang sedari tadi terdengar menggeredek berhenti. Nahkoda mematikan mesin kapal melalui tuas gas yang ada di sebelah kanan dashboard. Pemandangan itu adalah wujud kemoderenan yang nyata. Kapal-kapal pengangkut orang dan barang itu sekarang sudah dilengkapi alat yang menghubungkan langsung dengan ruang mesin seukuran 1X1 meter di perut kapal. Di ruang nahkoda, ada tombol starter, tuas gas, dan handle maju-mundur. Tugas masinis jauh lebih ringan sekarang, hanya perlu mengontrol kondisi mesin.

Baca selebihnya »

Jalan Demokrasi Asia Selatan

Dikirim Artikel dengan kaitan (tags) , , , pada Oktober 20, 2008 oleh alamsyahdjafar

 

Oleh: Alamsyah M. Dja’far

”Lihat ini!” Seru Najiba Ayubi kepada Beena Sarwar sembari menunjuk keningnya yang terdapat noda-noda hitam. ”Ini bekas luka bakar karena mengenakan burqa,” kata perempuan asal Afghanistan itu. Lawan bicaranya yang duduk di sebelahnya seperti tak percaya. ”Bagaimana bisa?” timpal Beena. ”Karena hawa panas, kulit saya terbakar,” jawab Najiba meyakinkan. Di bangku depan di sebelah supir, Asghar Ali Enginer sesekali menyimak sambil menikmati pemandangan sisi kiri-kanan Jalan Gatot Subroto. Rabu siang pertengahan Agustus silam (13/08), di atas kendaraan yang membawa ketiganya menuju Pancoran Jakarta Selatan, Najiba dan Beena terlibat obrolan ringan seputar burqa dan nasib peduduk Afghanistan paling mutakhir. Najiba tak lagi mengenakan burqa tak lama setelah Taliban dilengserkan agresi militer AS tahun 2001.

Baca selebihnya »

Sun Parking Depok Town Square Tak Profesional

Dikirim Kisah dengan kaitan (tags) , , , , pada Oktober 20, 2008 oleh alamsyahdjafar

Selasa, 23 September kalau tak salah ingat adalah kali keempat peristiwa ini terulang. Pengelola parkir motor Sun Parking Depok Town Square tak pernah memberi bukti print pembayaran parking. Saya masuk parkir sekira pukul 5 sore keluar pukul 9 malam.

Pada peristiwa sebelumnya beberapa bulan lalu saya sering meminta bukti pembayaran yang selalu dijawab, “mesin print rusak, pak!” ”Mengapa tak segera diurus?” tanya saya kepada petugas suatu kali. “Sudah Pak, tapi belum ada perbaikan,” jawab petugas enteng. Saya sempat tak terima dengan jawaban ini. 

Baca selebihnya »

Maaf

Dikirim Artikel dengan kaitan (tags) , , pada Oktober 7, 2008 oleh alamsyahdjafar

Setulus hati saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin. Semoga negeri ini makin damai, toleran dan sejahtera…

Salam
Alam

Tambahan Koleksi Taman Baca Nyiur Pulau Tidung

Dikirim Kisah dengan kaitan (tags) , , , , pada September 17, 2008 oleh alamsyahdjafar

Kami senang, meski pengelolaan Nyiur masih banyak kekurangan di sana-sini, bantuan buku untuk taman baca ini terus bertambah. Terakhir datang dari para pendengar Radio Pelita Kasih Jakarta. Beberapa bulan lalu radio ini membuka sekaligus mendistribusikan sumbangan buku-buku layak baca dari para pendengarnya untuk sejumlah taman baca khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Nyiur termasuk satu dari beberapa taman baca yang dipilih. Sebagian besar pendengar membawa langsung buku-buku sumbangannya ke kantor redaksi di Jalan Dewi Sartika.

Berangkat dari rumah pukul 2 siang, Jumat 12 September lalu, saya membayangkan buku-buku yang akan disumbangkan ke Taman Baca Nyiur itu bisa diangkut dengan sepeda motor sekali jalan. Izal dan Hery, dua teman yang juga mendirikan taman baca, masing-masing juga membawa motor. Kami bertiga memang berencana mengangkut dus-dus buku itu sekira pukul setengah empat dari Radio Pelita kasih menuju sebuah rumah di Jalan Mampang Prapatan. Rumah ini rumah tempas kos beberapa teman Pulau. Seringpula disulap jadi kantor sekretariat organisasi mahasiswa Kepulauan Seribu.

Baca selebihnya »