Tanpa Pancasila, Indonesia Bubar!

Einar_sitompul_gusdurian_jakartaJika Soeharto melihat Pancasila sebagai ideologi terutup, pada Gus Dur justru menjadi ideologi terbuka, pemikiran yang lestrasi, dan akan berguna membangun Indonesia. Gusdur melihat Pancasila dalam dimensi etis, sebagai nilai-niali kemaslahatan bersama

Wahidinstitute.org. Einar terperanjat sesaat ketika ditelpon seseorang. “Pak Einar Calon kita!,” kata suara di ujung telpon. Yang Einar tahu, calon Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) sudah ditentukan sebelumnya. Dan itu bukan dia.

“Mengapa bisa saya?” tanya Einar

“Kau disebut Gus Dur dalam pidato. Kau harus datang ke forum,” jawab penelpon.

Einar lalu mengerti. Kepada penelpon, ia mengatakan. Karena rapat gereja sudah menominasikan calon, ia akan datang ke forum dan bersedia maju jika pimpinan Eporus setuju dan bersedia mengganti calonnya. Tak lama pimpinan eporus datang. Tapi tetap memilih calon awal dan tak ganti pilihan.

Continue reading “Tanpa Pancasila, Indonesia Bubar!”

The Wahid Insitute Nilai Bupati Bekasi Sengaja Langgar Hak Beragama

Jurnas.com | THE Wahid Institut menyatakan keprihatinannya atas pembongkaran gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Setu, Kabupaten Bekasi oleh pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Pertama-tama kami menyatakan rasa prihatin yang mendalam atas dibongkarnya gereja HKBP di Setu. Pada malam Kamis, sebelum esok harinya di bongkar, mba Yeni Wahid sebagai direktur The Wahid Institute mengeluarkan sikap dengan tegas menyatakan jangan bongkar gereja HKBP Setu, karena itu jelas melanggar hak beragama,” kata peneliti The Wahid Institute, Alamsyah M. Djafar, saat konferensi pers di Wisma PGI, Jl. Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (22/3).

Continue reading “The Wahid Insitute Nilai Bupati Bekasi Sengaja Langgar Hak Beragama”

Dari Seminar Menata Keragaman Keagamaan -Mensyukuri Kelahiran Ke 61 UIN Sunan Kalijaga (Penegakan Hukum Lemah, Radikalisme-Terorisme Marak)

Lemahnya  penegakan hukum yang dilakukan Pemerintah terhadap pelaku radikalisme dan teririsme di tanah air, menjadikan aksi kekerasan ini merajalela. Ditambah kontrol sosial yang longgar menjadikan radikalisme dan terorisme tumbuh subur. Pengamat sosial keagamaan, Zuhairi Misrawi menyampaikan hal ini dalam seminar nasional Bertajuk “Menata Keragaman Keagamaan-Respon Terhadap Konflik Bernuansa Keagamaan di Indonesia,” bertempat di Convention Hall Kampus UIN Sunan Kalijaga, Rabu, 12 September kemarin.  Kegiatan ini dalam rangka mensyukuri kelahiran ke 61 tahun UIN Sunan Kalijaga.

Continue reading “Dari Seminar Menata Keragaman Keagamaan -Mensyukuri Kelahiran Ke 61 UIN Sunan Kalijaga (Penegakan Hukum Lemah, Radikalisme-Terorisme Marak)”

RUU Ormas Ancam Kemerdekaan Beragama

Tak hanya kebebebasan berserikat dan berorganisasi, jaminan kebebasan beragama di Tanah Air juga bakal terancam jika RUU Ormas disahkan.

Jakarta-wahidinstitute.org. Tak hanya kebebebasan berserikat dan berorganisasi, jaminan kebebasan beragama di Tanah Air juga bakal terancam jika RUU Ormas disahkan. RUU di antaranya melarang organisasi, berbadan hukum maupun tidak, menerima sumbangan berupa uang, barang, ataupun jasa dari pihak mana pun tanpa mencantumkan identitas yang jelas.

Larangan ini dinilai mengancam organisasi-organisasi sosial keagamaan yang selama ini biasa menerima donasi tanpa identitas jelas seperti yang dilakukan di masjid atau gereja-gereja. “Di masjid tak boleh ada lagi sumbangan dengan menyebut ‘dari Hamba Allah’,” terang Alamsyah M. Dja’far peneliti The Wahid Institute (WI) dalam Siaran Pers Koalisi Kebebasan Berserikat (KKB) di  Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta, Senin (18/2).

Continue reading “RUU Ormas Ancam Kemerdekaan Beragama”

YPHI Menyelenggarakan Diskusi Terfokus terkait Penelitian Pengaturan Produk Halal

Yayasan Pengkajian Hukum Indonesia (YPHI), pada hari Selasa, 29 Maret 2011 menyelenggarakan Focus Group Discusiion terkait Penelitian Pengaturan Produk Halal dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia yang Majemuk Berdasarkan Konstitusi. Hadir pada acara tersebut Alamsyah (The Wahid Institute), Uli Parulian (Direktur The Indonesian Legal Resource Centre), Sudaryatno (Ketua Pengurus Harian YLKI serta Ema Mukaromah (Internasional Commision on Radiological Protection). Diskusi ini dimulai dari pembahasan latar belakang penelitian yang mencakup perdebatan tentang relasi hubungan agama-negara selalu menjadi bahan perbincangan menarik, dasar undang-undang yang digunakan dalam penelitian Jaminan Produk Halal ini, serta pembahasan naskah akademik RUU JPH itu sendiri.

Continue reading “YPHI Menyelenggarakan Diskusi Terfokus terkait Penelitian Pengaturan Produk Halal”

Kelas Menulis Pesantren Tapak Sunan; Menulis dan Mengembangkan Mading Pesantren

Setelah digelar pertama kali pada Agustus 2009, Kelas Menulis Pesantren yang difasilitasi sejumlah generasi muda Nahdlatul Ulama kembali digelar pada 12-14 Desember 2010. Kali ini bertempat di Pesantren Tapak Sunan, Condet Jakarta Timur. Diikuti 30 santriwan dan santriwati yang pertengahan Desember lalu tengah berlibur.

Continue reading “Kelas Menulis Pesantren Tapak Sunan; Menulis dan Mengembangkan Mading Pesantren”

Padepokan Pengajian Dibakar Massa

Noor Rohman & Alamsyah M. Dja’far

Sebuah padepokan pengajian di Desa Sekong RT 01 RW 01, Kecamatan Ci­­­ma­­nuk, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (8/9) malam, ludes dibakar massa yang jumlahnya puluhan orang. Beruntung  tak ada korban jiwa dalam aksi tersebut. Pimpinan padepokan beserta pengikutnya kebetulan tak ada di tempat. Sejumlah media menyebut nama padepokan yang berdiri sejak lima tahun silam itu berbeda-beda. Ada yang menyebut Padepokan Zikir Qodariyah-Naqsabandiyah, Kelompok Islam Hakekok atau Wali Gaib.

Continue reading “Padepokan Pengajian Dibakar Massa”