ALAMSYAH M. DJ’AFAR. Lahir 19 Nopember 1979 di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Setamat Madrasah Tsanawiyah di Pulau Tidung tahun 1994, melanjutkan ke Pondok Pesantren Ashiddiqiyyah Jakarta. Pendidikan sarjana dirampungkan di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah, tahun 2003. Saat ini tengah menyelesaikan pendidik­an pascasarjana di almamaternya: Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Menyunting sejumlah buku antara lain Agama dan Pergeseran Representasi : Konflik dan Rekonsiliasi di Indonesia (Jakarta: Wahid Institute, 2009); Perspektif pesantren : Islam Indonesia gerakan sosial baru demokratisasi (Jakarta: Wahid Institute, 2009). Menulis buku Mengadili Keyakinan: Kajian putusan Mahkamah Konstitusi atas UU Pencegahan Penodaan Agama (Jakarta: ICRP, 2010); Agama dan Konstestasi Ruang Publik : Islamisme, Konflik Dan Demokrasi (Jakarta: Wahid Institute, 2011).

Salah satu karya fiksi yang dihasilkan: Lelaki Laut: Mengayuh Semangat dan Cita-cita dari Pulau Seribu (Gramedia 2010).

Terlibat di sejumlah aktivitas penelitian: “Gerakan Pro-Pluralisme di Indonesia: Agenda Penguatan Demokrasi Masa Depan” di Indonesia” (draft penelitian disusun bersama Ahmad Suaedy [peneliti utama] dalam proyek penelitian Peta Gerakan pro-Pluralisme di Indonesia tahun 2008 bekerjasama dengan HIVOS  Belanda); “Politik Halal di Indonesia Dilema Negara Majemuk Menegakan Konstitusi” (draf penelitian Yayasan Pengkajian Hukum Indonesia, Jakarta, 2011 bersama Wagiman Martedjo).

Pada 2001 hingga 2007, mengelola Majalah keislaman Syirah. Saat ini beraktivitas di the Wahid Institute Jakarta. Di sela-sela itu masih senang memberi pelatihan menulis untuk kalangan pelajar dan mahasiswa. Korespondensi bisa dilakukan melalui  alamsyah_mdj@yahoo.com

31 thoughts on “Profil

  1. Nice blog, Lam. Congrats. Desain sederhana tapi enak di mata. Aku link di blogku…

    Hmm, catatan-catatan pengalaman kayaknya perlu lebih banyak posting deh, Lam. Seru, narasinya menarik.

  2. Thx Ba, udah mau mampir. Saya baru aja belajar blog, beberapa bulan belakangan. Mau ikut jejak ente yang sudah lebih dulu buat blog dengan fasilitas yang terbaru. Jadi nanti jangan bosen kalau saya banya ke nanya ente deh… he..he.. Maklum, dari dulu gatek melulu.

  3. Salam kenal juga Pak Dedi! Blog Bapak saya temukan saat saya berselancar di mesin pencari Paman Google yang baik hati dan banyak tahu dengan keyword “pulau seribu”. Membaca tulisan-tulisan Bapak tentang pulau seribu, sepertinya saya merasa tengah berada di atas sampan menyusuri gudus-gudus hingga ke Pulau Tidung Kecil. Selamat berjuang Pak Dedi!

  4. Bung, saya terharu membaca garis gidupmu. uhu-uhu-uhu-uhu….
    Cara kamu menulis, mengingatkanku pada Yasika, salah satu stasiun radio beken di Yogyakarta. Tiap Senin hingga Jumat, radio itu membacakan kisah-kisah -kebanyakan kisah cinta- dari pembaca yang saya duga usia SMA, orang sering menyabut usaia ABG. Nah, gaya tulisanmu itu seperti surat-surat mereka.

    Tapi, hebat kok. Kalau garis hidupmu ditulis 99 halaman lagi kan jadi otobiografi, seperti almarhum Kiai Saifudin Zuhir menulis (Guruku Orang-orang dari Pesantren) sejarah dirinya, orang-orang terdekatnya, komunitasnya, dan bangsanya.

    Semoga, Bung. Selamat.

    Salam

  5. Bung Roy yang baik, terima kasih sudah mau memuat salah satu tulisan saya di web pulauseribu.net. Kaget juga, konfirm saya belum keluar tulisannya kok sudah muncul di web (he..he..).

    Belakangan ini rasanya saya sering mengunjungi web pulauseribu.net. Kalau tak salah, ini satu-satunya media online yang mengupas kehidupan kepulauan seribu. Saya berharap pulauseribu menjadi media independen yang tak sekadar media informasi tapi juga penyambung aspirasi masyarakat.

    Bung Roy, tulisan itu sebetulnya tak dimaskudkan sebagai kolom. Ini tulisan lepas yang mungkin lebih mirip fiksi berisi pandangan, kisah, amatan saya mengenai kehidupan di Pulau Seribu, khususnya pulau tidung. Saya menulisnya secara bersambungan di sela-sela waktu. Ini mungkin seperti diare pribadi yang sayang kalau tak didokumentasikan.

  6. Wah setelah muter-muter akhirnya ketemu juga nich. Sahabat gimana punya kabar?

    Tulisannya Bagus lho. Saya bacanya sampe mau nangis nich, saking syahdunya. Mendayu-ndayu kaya lagu-lagu dangdut lho!

    salam,

    edhenk

    Oya blognya tak link ya!
    link balik ya!

  7. kak,kasitaw dong cara kak aku dpt tugas dr sekolah,.
    cara mengkritik esay gimana ya kak? disuruh bikin makalah ttg itu..
    Kritik dan esai
    · Ciri-ciri kritik dan
    esai
    · Perinsip penulisan
    kritik dan esai
    Pengembangan
    gagasan atau
    pendapat untuk
    menulis kritik dan
    esai
    · Ciri-ciri kritik dan
    esai
    · Perinsip penulisan
    kritik dan esai
    · Cara menulis kritik
    dan esai.

    kak kasitahu ya kak ke la_nashia@ymail.com

    ..pliss bgt,,..bingung nyarinya dimana..makasih kak

    tolong ya kak : )

  8. Salam Kenal Bung, saya salah satu penikmat dan pembaca majalah syir’ah semenjak duduk di bangku SMP. Sayang sekali ya terpaksa ditutup, tapi suatu kesempatan yang berharga bagi saya bisa berkenalan dengan salah satu promotor majalah tsb dan aktivis progresif di tanah air, anyway, salam kenal mas!

    1. Terima kasih bung Iqra atas komentarnya. Meski syirah tak lagi terbit, kami percaya ide dan gagasannya bisa terus hidup. Dan saya berharap, salah satunya adalah Bung Iqra yang bisa terus memiliki gagasan dan perjuangan agar negeri kita lebih toleran dan damai

  9. Ass.
    Perkenalkan saya Rendy, kebetulan sudah beberapa kali saya bermain di wilayah kepulauan seribu yang memang hampir seluruhnya tujuannya untuk berwisata.
    namun karena kebetulan saya seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedang memulai skripsinya, saya tertarik membahas dan meneliti beberapa permasalaahan yang ada di kepulauan seribu.
    dalam mencari beberapa refrensi untuk materi dan tema, saya cukup sering menemukan artikel yang di tulis oleh mas Alamsyah, dan setelah membaca lebih banyak saya jadi semakin tertarik dengan kepulauan seribu.
    Karena itu, bolehkah saya meminta bantuan mas Alamsyah untuk sekedar meminta informasi?
    dan jika di perkenankan, bolehkan saya meminta alamat Email mas Alamsya?
    maaf jika saya merepotkan mas di tengah kesibukannya.
    terimakasih ya
    _rendy
    rendyeo@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s