Meraba Konflik Umat Beragama

Meraba Konflik Umat Beragama*

Oleh Alamsyah M. Dja’far**

“Membicarakan agama, bukan hanya memerlukan usaha keras, tapi juga cukup nyali.” Jacques Waardenburg

 Konflik memang tak sama dengan kekerasan. Tapi dari konflik yang tak terkelola, kekerasan bermula. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) elektronik, konflik diartikan sebagai percekcokan, perselisihan, pertentangan. Konflik sosial maknanya, pertentangan antaranggota masyarakat yang bersifat menyeluruh dalam kehidupan.[1] Sementara kekerasan perihal yang bersifat, berciri keras; perbuatan seseorang atau kelompok orang yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain. Kekerasan juga bisa bermakna paksaan.[2]

Continue reading “Meraba Konflik Umat Beragama”

Iklan

Penyesatan Keyakinan di Media

Alamsyah M. Dja’far

“Masalah agama itu terlalu kompleks dan kontroversial ,” tulis Stewart M Hoover dalam Religion in the News: Faith and Journalism in American Public Discourse, tiga belas tahun silam.

Dalam karya berisi kajian dan analisisnya mengenai liputan-liputan agama di media massa di Amerika berikut respon para pembaca terhadap liputan tersebut, Hoover juga menyebut empat kesulitan lain. Pertama, tren sekularisasi yang membuat liputan agama di media-media massa susut. Kedua, agama seringkali dianggap urusan pribadi (private). Ketiga, perkara agama juga sering berada di luar wilayah data empiris. Keempat, prinsip pemisahan agama-negara di Amerika mendesak agama agar selalu dipisahkan dari kehidupan publik masyarakatnya.

Continue reading “Penyesatan Keyakinan di Media”