Tak Susah Menulis Berita

Tak Susah Menulis Berita*

Alamsyah M. Dja’far**

Sebagian kita sebetulnya seorang pembuat dan penulis berita. Setiap hari kita biasa berbagi cerita dan saling menginformasikan, lisan dan tulisan. Kita biasa omong dengan teman tentang masalah kita, menulis kata dalam pesan singkat, atau menulis status di media jejaring sosial seperti facebook atau twitter. Jadi, kita sesungguhnya punya dasar dan pengalaman menulis berita.

Menulis berita tak jauh beda dengan bertutur yang dianggap lebih mudah. Hanya medianya saja yang berbeda: tulisan dan lisan. Seperti bertutur alias berkisah –hal rutin yang manusia lakukan—berita yang baik adalah yang berisi informasi-informasi “penting” bagi pembacanya.

Hal-hal menarik dalam berita ini dikenal dengan “nilai berita”. Ia menjawab pertanyaan mengapa sebuah berita atau informasi menarik?

Ada sejumlah elemen nilai berita, di antaranya pertama, kesegaran (immediacy). Berita lama dan basi tak menarik dibaca. Peristiwa gempa di Aceh, misalnya, menarik jika secepat mungkin diberitakan. Maka berita-berita live (langsung) atau real time (saat itu juga diberitakan) hal yang menarik pembaca. Jika diberitakan dua-tiga hari setelah peristiwa terjadi, akan jadi basi dan ditinggalkan pembaca. Kecuali ada berita baru lagi yang hendak disajikan.

Kedua, kedekatan (proximity). Maksudnya, sejauh mana informasi atau berita memiliki keterkaitan dan kedekatan dengan pembaca. Tidak hanya kedekatan jarak dan tempat, tapi juga kedekatan psikologis dan minat. Orang Panggulan akan lebih suka membaca berita dan informasi seputar Panggulan ketimbang Aceh. Kedekatan juga bisa berarti psikologis dan minat. Mereka yang hobi perkembangan dunia motor, tak suka membaca berita tentang perkapalan.

Ketiga, dampak (consequence). Berita yang menarik terkait seberapa besar dampak yang dihasilkan. Kenaikan BBM menarik dibaca karena dampaknya yang luas bagi kehidupan masyarakat, termasuk pembaca.

Keempat, konflik (conflict). Inilah mengapa bentrokan dalam aksi demonstrai, perang, aksi-aksi kriminalitas seperti pembunuhan menarik diketahui. Di dalamnya ada konflik, pertentangan.

Kelima, ketakbiasaan (oddity). Informasi yang tak biasa, unik, selalu menarik. Berita, bayi kembar enam lahir, gas keluar dari tanah di desa Panggulan, sebuah berita yang menarik.

Masih ada nilai berita lain seperti berbau “seks”, pelibatan “emosi”, alias sesuatu yang melibatkan nama-nama besar (prominence), “ketegangan” (suspense), dan perkembangan dar sebuah peristiwa (progress).

Menulis “Berita Keras” (Hard News)

Salah satu jenis berita yang populer adalah “berita keras”. Model ini ditampilkan di halaman depan koran, di media siber, di awal berita televisi, dan radio. Model berita ini mendahulukan poin-poin penting, tak bertele-tele, dan langsung (to the point). Pembaca model ini ingin langsung disuguhkan hal penting dan lebih tak memakan waktu.

Cara penulisan jenis berita ini dibuat dalam model piramida terbalik.  Informasi paling penting diletakan di bagian atas dan yang penting di tengah. Bagian “kurang” penting dibagian bawah. Apa yang penting dan tidak penting bergantung “sudut pandang” (angle) penulis atau media.

PIRAMIDA TERBALIK

Dalam “berita keras”, informasi yang disampaikan harus memenuhi unsur-unsur berita yang biasa dikenal dengan 5 W+ 1 H. Unsur ini juga berguna dalam menentukan sudut pandang (angle). Sudut pandang singkatnya adalah hal yang hendak disorot dan dilihat.

  1. What, peristiwa apa yang diberitakan;
  2. Who, siapa saja yang terlibat dalam berita?
  3. When, waktu peristiwa, kapan terjadinya?
  4. Where, tempat peristiwa berlangsung, di mana peristiwa terjadi?
  5. Why, mengapa peristiwa tersebut terjadi, faktor-faktor yang menyebabkanya?
  6. How, bagaimana peristiwa tersebut terjadi?

Berikut contoh menulis berita keras

Remaja Panggulan Nobar Ainun & Habibie [judul berita]

Pilihan judul berita sangat bergantung pada sudut pandang (angle) yang dipilih. Kali ini unsur berita yang dipilih “who”, siapa? Anda bisa membuat judul dengan angle lain seperti why, mengapa?. Contoh.

Nobar, Pembacaan Puisi, dan Pembagian Hadiah [judul kecil]
WI: “Ini Langkah Awal Program Pendampingan” [judul besar]

Tulislah judul berita yang ringkas, gunakan kalimat aktif. Tulisan yang tak ringkas contohnya “Remaja Panggulan Menonton Film Bareng Ainun & Habibie”

“WI berharap ini menjadi langkah untuk mengembangkan program-program pendampingan masyarakat, termasuk penguatan ekonomi mikro di sini” [lead [kepala berita] kutipan]

Panggulan. Lebih dari enam puluh remaja kampung Panggulan, Pengasinan, Depok, ikut dalam nonton bareng (nobar) Ainun & Habibie (what), Rabu malam (19/6) (when).  Kegiatan hasil kerjasama Ikatan Remaja Panggulan (IKAP), Pesantren Subulussalam dan the Wahid Institute (WI), Jakarta (who) ini digelar di halaman Pesantren Subulussalam dengan berpayung tenda dan beralas tikar (where).

Tak hanya remaja, anak-anak, kaum ibu dan bapak ikut meramaikan reriungan yang juga meriahkan pembacaan puisi dan bagi-bagi hadiah ini (who). Puisi dibacakan Alamsyah M. Dja’far, aktivis WI. Beberapa puisi yang dibacakan antara lain bertajuk “Ibu” karya sastrawan Madura KH. Zawawi Imron dan “Cipasung” karya sastrawan asal Cipasung Acep Zamzam Noor betajuk. (how)

Agar lebih berwarna dan bervariasi, berita diisi dengan kutipan langsung seperti di bawah ini. Cara membuat kutipan langsung harus disesuaikan dengan informasi apa yang hendak disampaikan dan selaras dengan kalimat berikutnya. DI bawah ini adalah kutipan yang menjelaskan unsur mengapa (why) kegiatan dilakukan ?

“Kami berharap kegiatan ini bermanfaat untuk adik-adik remaja dan bapak-ibu. WI berharap ini menjadi langkah untuk mengembangkan program-program pendampingan masyarakat, termasuk penguatan ekonomi mikro di sini,” terang Muhammad Subhi Azhari, peneliti WI dalam sambutan. (why)

Di Panggulan, WI akan mengembangkan program ekonomi. Bentuknya simpan pinjam berbasis kelompok. Kegiatan ini rencananya dimulai setelah lebaran tahun ini. Setiap orang dalam kelompok akan mendapat pinjaman dana penambahan modal atau membuka usaha kecil-kecilan. Besarannya antara Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta. (how)

Habibie & Ainun berkisah tentang cinta dan kehidupan rumah tangga presiden ketiga Indonesia dan Ibu negara Republik Indonesia ini. Sejak perkenalan keduanya hingga kematian Ainun (diperankan Bunga Citra Lestari) akibat kanker. Habibi diperankan Reza Rahardian. Kisah film yang disutradarai Faozan Rizal ini diangkat dari novel dengan judul yang sama. Di Indonesia novel ini masuk rak novel terlaris. (what)

Selama acara Nobar, hadirin disuguhi panganan Ubi rebus, kacang, dan air mineral. Acara ditutup dengan pembagian puluhan hadiah sekira pukul 23.00 WIB (how). []

Selamat menulis !


* Disajikan dalam Pelatihan Menulis bagi Remaja Panggulan, Pengasinan, Depok, Minggu 14 Juli 2013, Pesantren Subulussalam Depok

** Aktivis the Wahid Institute; Penulis Lelaki Laut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s