Pernyataan Sikap Gerakan Peduli Jembatan Cinta Pulau Tidung Kepulauan Seribu

Merespon kondisi Jembatan Cinta, jembatan yang menghubungkan Pulau Tidung Besar – Pulau Tidung Kecil—yang kian memprihatikan dan sudah menelan korban luka-luka, sebagian masyarakat di Pulau Tidung saat ini menginisiasi dan mulai melakukan kegiatan perbaikan ikon wisata Pulau Tidung itu lewat pengumpulan dana secara swadaya. Bagi sebagian masyarakat, pembiaran atas kondisi Jembatan Cinta dinilai bisa berdampak pada kunjungan wisatawan, dan ujungnya pada kesejahteraan masyarakat di Pulau Tidung. Dari hasil musyawarah bersama para pemangku kepentingan wisata (jasa travel, pemilik homestay, kapal tradisional, dan lain-lain) awal minggu lalu, donasi tersebut ditargetkan bisa mencapai Rp. 20 Juta Rupiah dari total anggaran sebesar Rp. 70-an juta –anggaran tersebut kemungkinan berubah berdasarkan pengecekan terakhir.

Ide dan gerakan ini sendiri sudah sempat dibicarakan dengan Bupati Kepulauan Seribu dan sejumlah Kepala Suku Dinas di kantor Mitra Praja Jakarta Utara awal bulan ini. Pertemuan menghasilkan beberapa poin, di antaranya komitmen donasi pribadi pejabat pemerintah Kabupaten untuk penyediaan papan, dan usulan agar Suku Dinas Pekerjaan Umum (Sudin PU) Kepulauan Seribu mengalokasikan sebagian dari total anggaran “Pemeliharaan Infrastruktur yang Tidak Terprediksi dan Memerlukan Tindak Segera” sebesar Rp 1.7 milyar untuk perbaikan Jembatan Cinta. Namun dalam penjelasan perwakilan pihak Suku Dinas PU yang hadir, pihaknya hanya merencanakan perbaikan dua saung jembatan. Sementara prioritas kebutuhan riil adalah perbaikan jembatan dengan mengganti papan dan kayu-kayu penyangga yang rusak.

Mencermati dinamika proses perbaikan Jembatan Cinta itu, kami yang tergabung dalam Gerakan Peduli Jembatan Cinta menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Mengapreasi dukungan masyarakat dalam bentuk donasi, sumbang saran dan tenaga dalam membangun dan memperbaiki Jembatan Cinta.

2. Mengapresiasi langkah pejabat di lingkungan Kabupaten yang berkomitmen dalam mendukung inisiasi warga dalam bentuk donasi pribadi berupa pembelian papan dan bahan-bahan lain yang dibutuhkan. Untuk itu, kami menagih janji tersebut untuk bisa direalisir.

3. Mendesak Sudin Dinas PU mendukung inisiasi dan partisipasi masyarakat dalam bentuk komitmen mengeluarkan sebagian alokasi anggaran “Pemeliharaan Infrastruktur yang Tidak Terprediksi dan Memerlukan Tindak Segera” yang totalnya sebesar Rp. 1.7 milyar. Alokasi anggaran tersebut dilakukan secara proporsional, transparan, berskala prioritas dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4. Menolak rencana Sudin PU memperbaiki dua gazebo jembatan karena tidak mempertimbangkan prioritas kebutuhan perbaikan jembatan, khususnya perbaikan tubuh jembatan dengan mengganti papan dan kayu-kayu penyangga jembatan yang telah rusak.

5. Sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan prinsip-prinsip good governance, terutama dalam hal keterbukaan publik sebagaimana diatur dalam UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), dan dalam konteks pengadaan barang dan jasa pemerintah diatur lebih rinci dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, kami mendesak Sudin PU Kepulauan Seribu memublikasikan alokasi dana perbaikan jembatan itu kepada masyarakat agar masyarakat dapat berpartisipasi mengawasi proses dan hasil pengerjaan.

6. Alokasi dana APBD untuk kebutuhan perbaikan atau pembangunan jembatan ini hampir selalu dilakukan, setidaknya sepanjang 2009. Namun demikian, kami menilai dari sisi kualitas dan pengerjaan belum cukup maksimal, dan yang mungkin menyebabkan jembatan lebih cepat rusak dari yang diprediksi. Tahun 2009 saja, dalam APBD, Sudin PU Kepulauan Seribu mengalokasikan kegiatan “Penyelesaian Jalan/Jembatan Orang menghubungkan Pulau Tidung Besar-Pulau Tidung Kecil” sebesar Rp. 1.9 milyar, dana yang tak terbilang kecil. Di tahun 2010, dialokasikan dana puluhan juta untuk perbaikan jembatan yang sama.

7. Sementara wisatawan yang terus datang ke Pulau Tidung tetap berusaha menggunakan jembatan yang sebagian besarnya rusak parah tersebut, kami mendesak agar proses pengerjaan perbaikan jembatan tersebut dilakukan sesegara mungkin dan dapat digunakan dengan aman.

Jakarta, 19 April 2011

Atas nama Inisiator Gerakan Peduli Jembatan Cinta

Mukti Ali, Alamsyah M. Dja’far, Amsir, Rojiun, Ridwan Malik, Sofyan, Ahmadi, Rahmat Hidayat, FahrulRoji, Fahrullah, sandi

_______________________

Alamat Sementara
Jalan Masjid Nurul Huda 01/02 No. 10 Pulau Tidung
Kep. Seribu Selatan Kabupaten Kepulauan Seribu
DKI Jakarta, Indonesia
Contact person: Mukti Ali  082124875423,
Alamsyah M. Dja’far 0815 981 9841

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s