Hampir Setahun, 54 KK Pulau Tidung Tuntut Pemasangan Listrik

Oleh Iman Cahyadi & Alamsyah M. Dja’far

Pulau Tidung—puloseribu.com. Mardais (55 tahun) tak bisa menutup rasa kecewanya. Sudah hampir setahun pengajuan pemasangan listrik di rumahnya tak kunjung terwujud. “Saya selalu diminta sabar dan sabar. Kalau PLN kantornya di Karangserang udah kuparanin (sudah saya datangi –red),” kata lelaki ini kepada Iman Cahyadi Selasa Siang (19/05) dengan nada kesal.

Mardais ingat betul, dirinya telah mengajukan pemasangan listrik 24 jam sejak bulan Puasa tahun lalu. Untuk pemasangan itu ia sudah membayar Rp. 400 ribu untuk dua ampere. Tak hanya Mardais, ada 53 kepala keluarga lain yang mengalami nasib serupa. “Saya juga sudah malu bolak-balik kelurahan,” kata seorang ibu rumah tangga yang termasuk ke-54 orang tersebut saat ditemui puloseribu.com.

Dengan kondisi seperti itu, Mardais mengaku serba salah dan tak nyaman. “Kalau nyambung dari listrik tetangga, nda boleh. Pakai minyak tanah juga susah didapat,” katanya. Kepada puloseribu.com Mardais bercerita, tidak jarang ia mesti menggunakan solar untuk menyalakan lampu tempel malam hari.

Usaha meminta penjelasan ke pihak terkait seperti kelurahan, PLN, dan AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia)  juga sudah sering dilakukan. Bahkan, katanya, ia pernah mengancam, kalau tuntutannya tak mendapat jawaban memuaskan, ia dan yang lainnya akan berdemo di depan kantor tempat pelayanan voucher Pulau Tidung.

“Kami sendiri sudah sering koordinasi ke pihak PLN Pulau Seribu soal ini,” kata Syahrudin Kepala Seksi Pemerintah yang juga bertanggung jawab pemasangan listrik. Lelaki ini ditemui puloseribu.com pukul 15.20 (19/05) di kantor kelurahan Pulau Tidung.

Syahrudin juga membenarkan, hingga saat ini jumlah masyarakat yang mengajukan pemasangan listrik dan melunasi biayanya 54 orang. Yang direkomendasikan layak pasang oleh pihak konsultan kepada pihak PLN hanya 35 orang. Sementara  penanggung jawab yang melakukan instalasi listrik, sebelum dilakukan survei, adalah pihak AKLI sebagai rekanan dalam pengelolaan listrik di lingkungan Kepulauan Seribu.

Namun karena khawatir mendatangkan kecemburuan dari 19 orang yang instalasinya dianggap belum layak, Syahrudin mengaku pernah mengusulkan untuk menunda pemasangan. Dengan begitu pemasangan bisa dilakukan serentak untuk 54 rumah. Saran itu didengarkan pihak PLN.

Sementara itu pihak AKLI beralasan, tertundanya pemasangan ini karena stock boks KWH dari PLN sedang habis. Seperti dijelaskan petugas AKLI Kepulauan Seribu Sandi,  masalah tersebut tak hanya terjadi di Pulau Seribu. Di Jakarta dan Bekasi juga mengalami kendala serupa. “Jadi saya berharap masyarakat bisa sabar,” katanya melalui sambungan telpon Kamis pagi (20/05).

Keterangan berbeda datang dari Muhidin, Manejer PLN Pulau Seribu. “Tidak ada istilah boks kosong,” katanya.  Buktinya, pihaknya sudah mengirim 35 boks dari Jakarta ke Pulau Tidung selasa lalu Selasa (19/05).  Namun agar tak menimbulkan komplain dari masyarakat, Muhidin memutuskan untuk menunda pemasangan untuk 35 rumah sampai 7 rumah yang instalasinya masih dinilai bermasalah diperbaiki. “Mudah-mudahan akhir bulan ini semua sudah terpasang,” janjinya.

Ia sendiri mengaku kecewa dengan kinerja AKLI sebagai bertanggung jawab proses instalasi listrik yang belum maksimal. Ia mencontohkan, sebagian data dari 45 rumah yang diajukan pihak AKLI ternyata tidak sesuai dengan alamat yang sebenarnya. Kepada puloseribu.com, ia berjanji akan segera mengatasi problem ini.

Selasa malam (19/05) dalam pantauan puloseribu.com, sekitar 16 orang dari ke 54 pengaju pemasangan listrik sempat mendatangi rumah dinas lurah  Pulau Tidung. Mereka menuntut kejelasan soal pemasangan listrik. Kepada rombongan yang kebanyakan ibu-ibu itu, Lurah berjanji akan mengkomunikasikan masalah ini ke pihak terkait. []

One thought on “Hampir Setahun, 54 KK Pulau Tidung Tuntut Pemasangan Listrik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s