11 Langkah Menebitkan Media kampus

 

1. Mulailah dengan Mimpi. Mimpi tak selamanya berbuah nyata, tapi tak juga mustahil diwujudkan. Mimpi-mimpi itu akan membuat Anda lebih bergairah sekaligus memandu Anda sampai pada tujuan tertentu. Anda boleh bermimpi, kelak media yang Anda bangun menjadi media kampus paling berpengaruh dan kredibel, memiliki jurnalis-jurnalis handal dan berdedikasi, dibaca hampir 10 ribu mahasiswa setiap bulannya. Tak hanya di lingkungan kampus, media Anda juga dihormati di jagat nasional. Jadi bermimpilah, sebelum mimpi dikenakan tarif.

 

2. Rumuskan mimpi menjadi visi-misi media Anda. “Menjadi media kampus terkemuka di tanah air yang mengulas seputar dunia mahasiswa lebih tajam dan berbeda”. Ini sekadar contoh dari rumusan visi media Anda. Cita-cita ideal ini adalah tujuan akhir dari usaha keras Anda mengelola media. 

 

3. Bepikirlah realistis, mewujudkan mimpi itu tentu tak semudah yang dibayangkan. Kesadaran ini sungguh akan membuat Anda lebih percaya pada proses, tak selalu pada hasil. Media-media besar di tanah air, tak dibangun dalam semalam. Mereka berhasil setelah melewati 5-10 tahun dengan kerja keras. Jadi itu tak akan membuat Anda terlalu prustasi, jika seandainya media Anda tetap tak dilirik orang padahal Anda sudah bekerja keras untuk itu.

 

4. Wujudkan impian itu dengan segala komitmen, nikmati setiap prosesnya, susah maupun senang. Sebuah pekerjaan tentu terasa menyenangkan jika Anda melakukannya karena Anda memang menyukainya. Tapi perlu diingat, sesuatu yang Anda suka belum tentu selalu menyenangkan dalam setiap perjalanannya. Jadi siapkan mental untuk menikmati proses demi proses.

 

5. Jangan membayangkan, produk Anda semata-mata produk intelektual. Prakteknya media kampus juga sebuah produk bisnis. Media Anda butuh hidup dari dana yang masuk, entah dari dana rektorat atau hasil urunan rekan-rekan Anda. Media Anda butuh sentuhan promosi atau analisis pasar jika media Anda ingin betul-betul di baca. Karena itu cermati dan analisis kebutuhan dan karakteristik seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) media Anda: pemberi dana, pembaca, rekan kerja, asosiasi jurnalis kampus.

 

6. Lakukan segmentasi pasar Anda. Segmentasi adalah tahap menyeleksi dan membagi pembaca Anda ke segmen atau kelompok-kelompok tertentu yang bermakna, relatif sama, dan bisa didentifikasi. Segmentasi bisa didasarkan pada geografis atau kewilayahan, demografi seperti segmen jenis kelamin, usia, atau etnis. Bisa juga didasarkan pada segmentasi psikografis seperti kepribadian, motivasi, gaya hidup. Terakhir, bisa pula didasarkan pada segmentasi perilaku. Misalnya, bagaimana status kesetian pembaca pada media Anda, pola mereka membeli, sikap mereka terhadap isi yang dimuat dan seterusnya.

 

7. Tetapkan target pasar atau pembaca Anda. Setelah pembaca dipilah berdasarkan karakteristik tertentu, tahap selanjutnya adalah menentukan target pembaca yang akan Anda bidik. Misalnya mahasiswa dengan segmen berikut: mayoritas laki-laki, berdomisili di sekitar kampus, semester tiga hingga skripsi, aktif di forum-forum studi atau organisasi eksra kampus, menyukai isu-isu politik keagamaan, lulusan pesantren. Dengan ketarangan ini, jelas memudahkan Anda menggarap isu dan strategi pemasarannya.

 

Jangan berpikir media Anda akan dibaca oleh seluruh mahasiswa. Media Anda yang lebih banyak mengusung bahasa ilmiah yang ndakik-ndakik, mungkin tak akan banyak dibaca mahasiswa yang hanya fokus pada kuliah formal dan bukan aktivis organisasi. Mereka mungkin lebih membutuhkan informasi tentang sukses mencari kerja dan kita meraih IP tinggi.

 

Untuk menetapkan target atau pembaca media Anda, pertimbangkan beberapa hal berikut: seberapa besar ukuran dan pertumbuhan segmen? Bagamana daya tarik segmen? dan bagaimana pula dengan tujuan serta sumber daya yang Anda miliki.

 

8. Rumuskan rubrikasi dan pola redaksi menyajikan isi. Temukan kebutuhan target pembaca Anda dengan rubrik yang Anda buat. Misalnya jika target pembaca Anda para aktivis forum studi, Anda mungkin bisa membuat rubrik yang memuat hasil-hasil diskusi di beberapa forum studi di sekitar kampus. Misalnya namakan saja rubrik itu, Review. Tak selamanya rubrik memuat hal-hal serius. Informasi ringan dan memikat biasanya membuat media Anda lebih berwarna. Misalnya, mengapa Anda tak membuat satu rubrik berisi perjalanan hidup mahasiswa mencapai UIN dengan segala konflik dan penderitaannya.

 

Setelah selesai membuat rubrikasi, tetapkan pola redaksi menyajikan isi. Misalnya dengan gaya bertutur, memuat banyak istilah-istilah akademis, atau menggunakan bahasa dan penyajian yang singkat dan praktis. Semua gaya ini bisa dikombinasi.  

 

9. Pilihlah tim kerja yang solid dan berkomitmen tinggi. Media kampus bukanlah perusahaan media murni, dimana para jurnalis mendapat salary tetap. Media kampus adalah dunia kesukarelaan. Tim yang bekerja tak mendapat gaji, bahkan harus mengeluarkan kocek pribadi untuk membiayai penebitan. Banyak hal yang kelak dihadapi. Anda tak hanya berhadapan dengan tim, tapi juga orang per orang. Seringkali masalah pilihan fokus untuk serius kuliah atau mencari biaya tambahan, membuat rekan kerja Anda tak lagi bisa aktif. Jadi jangan heran, jika suatu saat Anda akan merasakan menjadi pemimpin redaksi, sekretaris, bendahara, dan distributor sekaligus lantaran tak banyak partisipasi dari tim yang sudah dibentuk. 

 

Karena itu tim perlu ikatan yang menjadi pegangan bersama. Misalnya cita-cita untuk belajar menulis dan berorganisasi. Tak jarang ikatan itu bisa terbangun dari hal-hal yang kecil. Kesenangan untuk ngumpul bareng, misalnya, mendengar hal-hal yang lucu, atau tempat berbagi masalah hidup. Jadi kenalilah apa yang bisa membuat tim Anda solid dan mau berpartispasi.

 

Dan perlu diingat, tim tak bisa jalan tanpa sang pemimpin. Dan, Anda adalah pemimpin itu. Anda orang yang pertama kali menggerakan tim. Sebagai pemimpin Anda orang yang harus bisa bertahan di masa-masa sulit, bisa memperkuat dan memotivasi rekan kerja untuk aktif tanpa mengorbankan banyak hal. Kalau bukan Anda, siapa lagi?

 

10. Anda perlu punya banyak keahlian. Sekali lagi menerbitkan media kampus tak sekadar urusan tulis-menulis, tapi juga perkara manajemen dan bisnis. Anda dituntut untuk belajar pembukuan, pemasaran, prosedur hukum, percetakan, distribusi dan seterusnya. Seraplah informasi sebanyak mungkin, dan jangan pernah berhenti untuk terus membaca.

 

11. Sekarang luncurkan media Anda, setelah persiapan cukup. Tetapkan hari, waktu, dan tempat untuk launching media Anda. List nama-nama orang yang penting untuk Anda undang: calon pembaca, para penyumbang dan prospeknya, pengiklan, distributor, dan lain-lain. Acara yang baik tentu tak selalu berarti biaya besar dan kemewahan. Acara yang baik adalah acara yang berkesan dan memikat. Jadi buatlah media di acara peluncuran perdana ini betul-betul berkesan.

 

Selama Mencoba! 

 

Dari Berbagai Sumber 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s