Arsip untuk April, 2009

Ali Al-Habsyi “Muhammad Yunus” dari Martapura

Posted in Kisah dengan kaitan (tags) , , , , on April 15, 2009 by alamsyahdjafar

Oleh Alamsyah M. Dja’far

Melalui pendekatan agama yang terbuka, ia mengembangkan BMT. Bermodal 54 Juta, kini omsetnya bernilai5 milyar.

Di kalangan aktivis LSM Kalimantan Selatan, lelaki kelahiran Barabay, 15 September 1966 ini biasa dipanggil Habib Ali. Dari namanya mudah diketahui ia berdarah Arab dari garis Al-Habsyi, nama sebuah klan. Saya beruntung dalam sebuah kesempatan awal tahun lalu, tepatnya 26 Februari 2008, bisa menemui lelaki ramah dan terbuka ini.

Baca selebihnya »

Manih dari Jemblongan

Posted in Kisah dengan kaitan (tags) , , , , , , on April 15, 2009 by alamsyahdjafar

Naskah Alamsyah

Dunianya gelap dan tak terlalu beruntung.

manihSudah beberapa pagi Ibu-anak itu saya jumpai tengah menyusuri jalan tak mulus di Jalan Curug Rawakalong, Gunung Sindur Bogor. Jalan ini jalan yang membelah Parung Bogor hingga Bumi Serpong Damai Tangerang. Biasa saya lalui saat pergi bekerja.

Tak bersandal, si Ibu memegang pundak anaknya dari belakang bergegas beriringan menuju utara. Wajahnya tirus, seperti juga sang anak yang tampak punya sedikit keterbalakangan mental. Tatapan keduanya kosong.

Setiap kali berpapasan, saya merasa iba dan bertanya-tanya apa sesungguhnya yang dilakukan ibu-anak ini berjalan jauh setiap pagi? Insting jurnalis saya mengatakan, kisah mereka akan menarik untuk ditulis.

Baca selebihnya »

Sang Pemulung dari Pesisir

Posted in Kisah dengan kaitan (tags) , , , on April 15, 2009 by alamsyahdjafar

amin_1Naskah dan Foto: Alamsyah

Ia hidup dari memulung dengan berbagai keterbatasan. Enam anaknya tak bisa melanjutkan sekolah. Tapi ia tak pernah putus asa dan tetap optimis menatap hidup.

DUA jam lagi matahari akan tegak di atas kepala ketika lelaki gaek itu tengah asyik memilah plastik-plastik sampah warna-warni. Tangannya yang legam lantaran sering ditimpa terik mentari tampak cekatan memasukan plastik-plastik itu ke dalam karung yang sudah disiapkan. Setelah semua dimasukan, isinya hanya setengah karung. Beruntung satu karung lagi yang penuh berisi botol dan sandal-sandal bekas sudah berhasil ia kumpulkan pagi tadi. Karung itu diletakkan di atas sebuah pagar besi. Tak jauh dari situ bersandar sepeda kumbang. “Itu teman setia saya ke mana-mana,” katanya.

Baca selebihnya »