Sun Parking Depok Town Square Tak Profesional

Selasa, 23 September kalau tak salah ingat adalah kali keempat peristiwa ini terulang. Pengelola parkir motor Sun Parking Depok Town Square tak pernah memberi bukti print pembayaran parking. Saya masuk parkir sekira pukul 5 sore keluar pukul 9 malam.

Pada peristiwa sebelumnya beberapa bulan lalu saya sering meminta bukti pembayaran yang selalu dijawab, “mesin print rusak, pak!” “Mengapa tak segera diurus?” tanya saya kepada petugas suatu kali. “Sudah Pak, tapi belum ada perbaikan,” jawab petugas enteng. Saya sempat tak terima dengan jawaban ini. 

Bagaimana bisa perusahaan besar yang area kerjanya bertebaran di Jabodetabek tak bisa mengurus hanya untuk mengganti satu mesin print yang rusak. Karena tak mendapat bukti pembayaran saya meminta bukti lain. Petugas lantas memberi saya karcis parkir masuk. Itu pun harus dicarinya beberapa menit karena terlanjur dibuang ke bak sampah.  

Saya perhatikan ID card dua petugas hari itu. Satu petugas bekerja menarik karcis dari konsumen dan satu lagi memelototi komputer di bilik parkir. Terbalik, sehingga saya tak bisa mencatat nama mereka. 

Anehnya lagi pengumuman berisi peraturan parkir dan nomor telepon Customer Care yang umumnya di tempat parkir lain terpampang bebas. Di tempat ini justru selalu tertutup plang besi rambu-rambu parkir. Saya melihat peristiwa di tempat parkir yang terletak di lantai dua gedung Depok Town Square ini lebih dari satu kali.

Melihat “keanehan” ini saya pernah menghubungi nomor telepon Customer Care Sun Parking Pusat yang saya catat dari karcis tanda masuk. Nah, ini keanehan berikutnya: mesin parkir tanda masuk selalu berfungsi, tapi print bukti pembayaran ketika keluar selalu rusak! 

Petugas Customer Care yang menerima telepon saya beberapa bulan lalu. Kalau tak salah ingat bernama Sri. Ia sempat menanyakan nama dan nomor seri kendaraan motor saya dan berjanji akan menindaklanjutinya. Tapi, hingga peristiwa kemarin terjadi rasanya tindak lanjut itu tak terbukti.

Sebagai konsumen tentu saja saya merasa dirugikan dengan kasus ini. Saya kira juga ratusan konsumen lain yang menggunakan jasa parkir ini. Konsumen tak punya bukti apakah biaya yang dikeluarkan sesuai dengan tarif. Bukankah sistem seperti ini tak sehat juga buat perusahaan pengelola parkir? 

Di beberapa tempat parkir lain di Depok, saya memang menjumpai petugas parkir yang tak memberi bukti pembayaran print jika tak diminta. Tapi, ketika diminta, bukti itu biasanya diberikan. Alasannya masih masuk akal. Seringkali konsumsen membuang bukti itu di sembarang tempat dan mengotori lingkungan.   

Tulisan ini juga dimuat di detik.com, 24 September 2008

About these ads

7 thoughts on “Sun Parking Depok Town Square Tak Profesional

  1. Ibam berkata:

    bener banget tuh.. saya juga mengalami hal yang sama di depok town square.. kejadiannya persis sama.. saya datang ke detos (singkatan depok town square) hanya unuk mengecek harga komputer di lantai paling atas.. kemudian setelah turun membawa brosur saya langsung kembali ke parkiran motor tidak lebih dari satu jam saya berada di dalam.. namun ketika saya membayar parkir seorang petugas menanyai kartu parkir saya dan seorang lagi berada di depan komputer.. petugas yang mengecek tanda parkir saya hanya melihat tanpa memasukkan nomor kendaraan saya dan berkata Rp.2000 pak.. saya merasa aneh.. karena kemungkinan besar, 2 jam pertama itu hanya Rp.1000 rupiah.. karena tidak terima saya bilang.. tolong mas datanya di input dulu.. (ketika bertanya begitu petugas yang mengecek karcis saya berbicara pelan kepada petugas yang berada di depan komputer ” sialan nih orang” mungkin mereka merasa saya tidak mendengarnya) kemudian kata petugas.. udah kok pak.. saya tidak percaya.. saya tetap memaksa dan akhirnya mereka menginput tanda parkir saya.. kemudian dari kmputer tidak terjadi apa2. hanya bertuliskan data tidak ada.. saya makin tambah curiga.. akhirnya saya mengeluarkan handphone dan menanyakan nama kedua petugas tersebut.. karena kartu anggota yang dikalungi mereka di embunyikan di balik kantong.. sehingga saya tidak bisa melihatnya.. ketika saya tanyakan.. mereka hanya memberikan tanda parkir masuk dan tanda tangan dari seorang petugas tersebut.. saya tidak tahu.. apakah tanda tangan it benar atau tidak.. kemudian dengan nada sedikit kasar petugas yang bertugas mengecek karcis tersebut berkata ” udah jalan sana jadi bikin macet nih” setelah mendengar itu saya segera maju dan meminggirkan motor.. perlakuan yang cukup buruk dan tidak profesional.. untung saya masih bisa menjaga emosi saya.. setelah kejadian itu beberapa waktu kemudian saya kembali ke detos untuk sebuah keperluan.. dan saya bertemu petugas yang sama namun sedang berjaga dia sepetinya mengenali saya dan dengan baju di keluarkan dan badan yang dicondongkan dengan sombong melihat saya dan seperti berkata “apa lu sini gw hajar” tapi saya berjalan dengan senyum sinis.. setelah saya selidiki lebih lanjut mengapa data saya bisa tidak ada ternyata data saya terlebih dulu telah dimasukkan ketika saya mengantri untu keluar.. petugas yang didepan komputer terus sibuk menginput nomor polisi motor yang akan eluar agar bisa berjalan cepat maka ada petugas kedua yang didepan pos menagih karcis dengan harga pembayaran yang sudah dinaikkan semaunya..

    saya mungkin terlalu kesal dan sakit hati dengan sikap mereka.. jadi mungkin anda punya saran bagaimana kita para korban bisa menuntut kebenaran.. klw saya ilang ini bisa masu kedalam kategori penipuan dan korupsi jadi klau perushaan yang menaungi mereka yaitu “SUNPARKING” tidak bisa juga mengatasi,bagaimana kalau kita laporkan kepada polisi saja.. saya sendiri sedang membuat bukti untuk melaporkan mereka.. dan ini bukan hanya masalah uang lebih seribu atau duaribu.. tetapi masalah kejujuran.. malulah pada bangsa sendiri…

    terima kasih.. n mungkin kita bisa kerjamasa.. bukan untuk menjerumuskan.. tetapi mungkin in sudah solusi akhir..

  2. nah yg begini musti di audit agar ketahuan permainan ini bikinan petugas apa emang ada restu pengelola. prinsipnya, klau kita bayar ya dpt tanda terima dong!

    Kalau seronbaongan ga dikasih karcis itu mencurigan, mungkin policy company. Tapi kalau kadang2/pilih2 ga kasih karcis mungkin petugas lagi coba2 ngutil setoran.

  3. saya rasa memang seharusnya, hal yang seperti ini di usut tuntas, karena saya sudah beberapa kali menjumpai dan merasakan yang sama di lain tempat, saya gak ingat di mana kejadianya tapi saya masih ingat kalau itu memang “Sun Parking” Saat saya mengalami kehilangan karcis masuk, bagaimana saya harus bayar Rp .20.000,- setelah saya bayar eh gak ada tanda terimanya………..ayo mas usut tuntas modus yang seperti ini….

  4. wangsakara berkata:

    hehe” sy pikir saya aja yang dirugikan oleh pengelola parkir Detos Sun Parking atau SOS, sy malah kehilangan helm 1,5jt dlm 10 menit dipagi hari, tidak ada yg bertanggungjawab, petugas berlagak pilon saja

    • Peristiwa yang saya alami sudah terjadi beberapa tahun. Tapi, sampai sekarang praktiknya masih terjadi. Nama pengelola parkir juga berubah. Dari Sun Parking kini SOS. Kesan saya tidak memberikan struk itu jelas “sistemik” dan terencana. Jika alasan mesin print rusak, juga tak masuk akal. Mengapa hingga bertahun-tahun masalah itu tak bisa diselesaikan. Kalau melihat situasinya parkir ini juga dikuasai kelompok preman tertentu hingga. Yang tak habis pikir mengapa pihak Detos mendiamkan ini.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s