Arsip untuk Juni, 2008

Halal Bihalal Foksika, FNP, dan Pelantikan Cabang

Posted in Kisah dengan kaitan (tags) , , , , on Juni 30, 2008 by alamsyahdjafar

Inilah kami wahai Indonesia
Satu angkatan dan satu cita
Pembela bangsa penegak agama….

Dinyanyikan sekitar lima ratusan peserta lintas generasi, gema mars Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII ) malam tanggal 9 Nopember itu seperti hendak merobohkan langit-langit ruang pertemuan Wisma Syahida. Bergemuruh bak debur ombak barat daya yang biasa menghantam dermaga-dermaga pulau saya tiap akhir tahun.

Baca selebihnya »

Taman Baca Nyiur Pulau Tidung; Usaha untuk Berbagi

Posted in Kisah dengan kaitan (tags) , , , , on Juni 30, 2008 by alamsyahdjafar

Pagi itu puluhan orang, laki-laki, perempuan, tua, dewasa, remaja dan anak-anak, duduk bersila membentuk lingkaran membelakangi rak-rak buku yang berjejer rapi. Mereka asyik menyimak penuturan Ridwan Malik, salah seorang penggagas Taman Baca Nyiur Pulau Tidung Kepulauan Seribu. Di Jakarta, ayah dua orang anak itu berprofesi sebagai jurnalis pada sebuah majalah bulanan keislaman tersohor. Seperti saya, ia lahir di pulau berpenduduk kurang lebih 500 kepala keluarga itu.

Sebagai putra pulau, pengalaman kecil Ridwan menyadarkan bahwa informasi dan buku-buku saat itu begitu sulit diakses. Selain soal jarak, rendahnya penghasilan masyarakat setempat jadi kendala. Berbeda dengan Jakarta, jarak yang dekat dengan pusat ibu kota membuat masyarakatnya jauh lebih muda menyerap informasi.

Baca selebihnya »

20 Maret 1997

Posted in Kisah dengan kaitan (tags) , , on Juni 15, 2008 by alamsyahdjafar

Di tikungan jalan itu kami berpapasan. Tapi nyaris tak kukenali wajah lelaki yang sudah begitu lekat di lebih separuh perjalanan hidupku itu. Dari jarak sepuluh meter, sosoknya hanya seperti bayang hitam yang bergerak kian kemari.

Di langit bulan tak bersinar. Tak banyak bintang bersolek. Tak bergairah. Di kiri-kanan jalan beraspal selebar dua meter itu tak ada lampu penerang. Sebuah gudang listrik tua berbalut warna kuning milik Pemda, gedung material yang tak lagi terpakai, dan hamparan ilalang membisu di sisi kanan. Aneh! Padahal di setiap lembar tagihan listrik yang dibayar warga, kalimat ini biasanya nongkrong: PAJAK PENERANGAN JALAN. Malam itu ternyata jalan pajak memang tak “terang”.

Baca selebihnya »

Menulis Esai

Posted in Jurnalisme dengan kaitan (tags) , , , , on Juni 13, 2008 by alamsyahdjafar

Apa itu Esai?

Esai merupakan salah satu bentuk tulisan yang di dalamnya memuat opini penulisnya. Tulisan ini bergerak di antara obyektifitas dan subyektifitas. Ia tak hanya menyajikan opini tapi juga fakta demi mengokohkan opini. Ukurannya bisa cair, ringan, bebas, pendek, sedang, dan bisa dibaca sekali duduk. Tapi, selalu ada yang tetap dalam gaya penulisan esai: pengantar, tubuh, kesimpulan. Esai membicarakan beragam tema. Mulai dari soal politik, seni, hingga budaya. Ia tak selalu berusaha menjawab masalah, kadang sekadar merangsang pertanyaan lanjutan. Konon penulisan ini mulai dikenal luas setelah Michel Eyquem de Montaigne (1533-1592), penulis masyhur Prancis, menerbitkan Essais pada 1580. Buku ini terbit tiga jilid dan jilid terakhir terbit pada 1588. Di tanah air, bentuk ini dipopulerkan HB Jassin lewat karyanya Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esei (1985).

Baca selebihnya »

Media dan Kode Etik Jurnalistik

Posted in Jurnalisme dengan kaitan (tags) , , , on Juni 13, 2008 by alamsyahdjafar

Media massa (pers)

 

Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia (UU Pers No. 40 Pasal 1 ayat 1). Dan segala kegiatan atau pekerjaan yang terkait dengan proses mengumpulkan menulis dan memublikasikan informasi tersebut disebut dengan jurnalisme.

 

Peran dan fungsi pers

1.    Menyebarkan informasi (to inform)

2.    Mendidik (to educate)

3.    hiburan (to entertain)

4.    kontrol sosial (social control)

5.    lembaga ekonomi 

 

Baca selebihnya »

11 Langkah Menebitkan Media kampus

Posted in Jurnalisme dengan kaitan (tags) , , , on Juni 13, 2008 by alamsyahdjafar

 

1. Mulailah dengan Mimpi. Mimpi tak selamanya berbuah nyata, tapi tak juga mustahil diwujudkan. Mimpi-mimpi itu akan membuat Anda lebih bergairah sekaligus memandu Anda sampai pada tujuan tertentu. Anda boleh bermimpi, kelak media yang Anda bangun menjadi media kampus paling berpengaruh dan kredibel, memiliki jurnalis-jurnalis handal dan berdedikasi, dibaca hampir 10 ribu mahasiswa setiap bulannya. Tak hanya di lingkungan kampus, media Anda juga dihormati di jagat nasional. Jadi bermimpilah, sebelum mimpi dikenakan tarif.

 

2. Rumuskan mimpi menjadi visi-misi media Anda. “Menjadi media kampus terkemuka di tanah air yang mengulas seputar dunia mahasiswa lebih tajam dan berbeda”. Ini sekadar contoh dari rumusan visi media Anda. Cita-cita ideal ini adalah tujuan akhir dari usaha keras Anda mengelola media. 

 

Baca selebihnya »

Barat

Posted in Artikel dengan kaitan (tags) , , , on Juni 7, 2008 by alamsyahdjafar

Saya kira protes umat Islam terhadap pernyataan Paus Benediktus XVI di Universitas Resensburg, Jerman, beberapa waktu lalu adalah penanda lanjutan dari ketegangan hubungan Timur-Barat akhir-akhir ini. Reaksi terhadap perlarangan Jilbab di Prancis, kerusuhan rasial di Australia, pemuatan kartun Nabi di harian Jyllands Posten Denmark, dan serangan Israel ke Palestina serta Libanon adalah penanda lainnya.

 

Hubungan Timur-Barat tentu tak sekadar masalah geografis atau wilayah. Di dalamnya beragam faktor berkelindan: mulai masalah ekonomi, politik, sosial, agama, hingga imajinasi masa lalu. Ini yang membuat satu peristiwa tak selalu berdimensi tunggal. Serangan Israel atas Libanon dan Palestina, misalnya, kadang tak sekadar hubungan antara Israel-Libanon-Palestina, tapi hubungan Yahudi-Islam, Barat-Islam, penindas-tertindas. Islam atau muslim di sini seolah melampaui batas-batas teritori, juga setting sosial-politik.

 

Baca selebihnya »

Musuh

Posted in Artikel dengan kaitan (tags) , , , on Juni 7, 2008 by alamsyahdjafar

Dengan sebuah majalah Jamaluddin Al-Afghani (1839-1897) dan Jamaluddin Al-Afghani(1849-1905) berhasil “menguncang” dunia dari Paris. Urwatul Wustqa, tali yang kokoh, nama majalah itu.

 

Terbit sejak tahun 1884, tak sedikit pihak yang menentang kehadiran majalah ini, terutama para penguasa Barat. Di pasaran dunia Timur seperti Mesir dan India, Wustqa dilarang beredar.

 

Di Indonesia penguasa Belanda bersikap serupa. Mereka menyensor secara ketat buku dan bahan-bahan bacaan, terutama dari Timur Tengah, yang biasanya didrop di bandar-bandar pelabuhan besar. Tapi, majalah itu tetap bisa masuk via pengiriman gelap di pelabuhan-pelabuhan kecil, salah satunya pelabuhan Tuban.   

 

Baca selebihnya »

Pluralisme

Posted in Artikel dengan kaitan (tags) , , , on Juni 7, 2008 by alamsyahdjafar

Sebagai gerakan agaknya pluralisme masih akan menghadapi tantangan yang tak enteng di tahun mendatang. Seperti tahun lalu, fatwa ulama masih akan dipakai masyakarat untuk menyelesaikan kasus kebergamaan yang dianggap aneh, apalagi sesat. Kasus terbaru, Lia “Eden” Aminudin. Entah dengan kasus “sholat bersiul” ala Pak Tua yang terjadi baru-baru ini. Semoga ia tak mengalami nasib serupa.

 

Sebenarnya, tak ada yang salah dengan keinginan ulama mengeluarkan fatwa atau rekomendasi (taushiyyah). Yang bermasalah justru lebih pada tak jelasnya batasan di mana peran dan wewenang ulama (agama) dan negara (hukum). Selama ini oleh masyarakat fatwa bisa dijadikan sebagai fakta hukum untuk memvonis seseorang atau sekelompok orang dengan pasal karet: menodai, menghina agama, atau meresahkan. Kadang atas dugaan itu pula, aparat keamanan dan pengadilan menghukumi mereka. Padahal, sesat tidaknya seseorang tak bisa dijadikan fakta hukum. Yang bisa adalah ketika seseorang atau sekelompok orang terkait perkara pidana: mengancam keselamatan orang, melakukan tindak kekerasan, melakukan kebohongan publik, mengambil paksa hak orang lain, membunuh, mencuri dan seterusnya.

 

Baca selebihnya »