Saya kira protes umat Islam terhadap pernyataan Paus Benediktus XVI di Universitas Resensburg, Jerman, beberapa waktu lalu adalah penanda lanjutan dari ketegangan hubungan Timur-Barat akhir-akhir ini. Reaksi terhadap perlarangan Jilbab di Prancis, kerusuhan rasial di Australia, pemuatan kartun Nabi di harian Jyllands Posten Denmark, dan serangan Israel ke Palestina serta Libanon adalah penanda lainnya.
Hubungan Timur-Barat tentu tak sekadar masalah geografis atau wilayah. Di dalamnya beragam faktor berkelindan: mulai masalah ekonomi, politik, sosial, agama, hingga imajinasi masa lalu. Ini yang membuat satu peristiwa tak selalu berdimensi tunggal. Serangan Israel atas Libanon dan Palestina, misalnya, kadang tak sekadar hubungan antara Israel-Libanon-Palestina, tapi hubungan Yahudi-Islam, Barat-Islam, penindas-tertindas. Islam atau muslim di sini seolah melampaui batas-batas teritori, juga setting sosial-politik.
Baca selebihnya »