Di sebuah forum diskusi beberapa bulan lalu seorang intelektual muslim sempat bertanya dengan nada guyonannya yang khas dan disambut gemuruh hadirin. Bagaimana ceritanya, penerapan syariat Islam ujug-ujug bisa menekan harga minyak goreng, minyak tanah, atau cabe kriting di pasar domestik?
Itu pertanyaan simplistis, memang. “Tapi bagi sebagian masyarakat muslim, itulah pandangan yang populer,” terangnya. Sebagian masyarakat kita memang percaya, masalah akut yang membelit negeri ini akan teratasi jika syariat diterapkan tanpa bisa menjelaskan bagaimana caranya itu beroperasi. Harga minyak goreng dan sembako bisa ditekan, apalagi perkara-perkara besar serupa korupsi atau cara mendongkrak income perkapita masyarakat Indonesia.