Hari-hari ini kita memang boleh berbangga, Indonesia kita jauh lebih demokratis dibanding masa-masa sebelumnya. Pemilu nasional sudah dilakukan secara langsung. Begitupun Pilkada. Piranti-piranti demokrasi lainnya seperti partai politik, lembaga legislatif, dan yudikatif boleh dibilang sudah cukup memadai. Tapi, hari-hari ini kita justru semakin merasakan demokrasi hanya berkubang di lumpur formalisme yang prosedural. Dan begitulah memang wajah negeri kita sekarang. Semuanya serba formalis dan prosuderal, mulai dari proses penegakan keadilan hingga soal perilaku keberagamaan kita.